NASIONAL : Dubes AS Puji Indonesia Terkait Kasus Polri-KPK

Artikel berikut daftar beberapa sederhana, informatif tips yang akan membantu Anda memiliki pengalaman yang lebih baik dengan news.

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

JAKARTA, KOMPAS.com " Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R Hume memuji keterbukaan dan demokratisasi yang berkembang di Indonedia pascakasus penahanan pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, oleh Polri. Kasus tersebut dinilainya akan terus membawa Indonesia pada iklim demokrasi yang lebih baik dan transparan.

Pujian itu disampaikan Cameron Hume saat menjawab pertanyaan pers setelah bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Rabu (11/11) sore.

Dalam pertemuan itu, Cameron Hume mengantar Ketua Kadin AS Robert S Milligan, Ketua Kadin AS untuk Asia Pasifik Hiert Murray, Business Council Jim Castle, dan Ketua Kadin Komite AS (Kikas) Pieter F Gontha.

Bagaimana Anda bisa meletakkan batas belajar lebih banyak? Bagian berikutnya mungkin berisi bahwa salah satu sedikit hikmat yang mengubah segalanya.

"Ada perkembangan yang bagus yang terjadi dengan munculnya kasus tersebut (KPK-Polri). Yang penting adalah bagaimana undang-undang itu dijalankan," tandasnya.

Cameron Hume juga menyatakan, kasus tersebut akan mendorong keterbukaan dan demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan, keterbukaan dan demokratisasi ini justru akan membuka investasi yang semakin besar.

Dalam catatan Kompas, kontroversi penahanan pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, oleh Polri telah muncul di media massa luar negeri sehingga mata dunia menyorot penyelesaian kasus tersebut secara adil dan terbuka.

Editor: hertanto

Tidak ada salahnya untuk menjadi baik dengan teknologi informasi pada news. Bandingkan apa yang telah Anda pelajari di sini untuk artikel masa depan sehingga Anda dapat tetap waspada terhadap perubahan di daerah dari news.

NASIONAL : Cuma 25 Menit, Ritonga Ditanyai soal Yuliana

Artikel berikut mencakup topik yang baru-baru ini pindah ke tengah panggung - setidaknya itu tampaknya seperti itu. Jika Anda berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan proses klarifikasi sebelumnya, pertemuan Wakil Jaksa Agung nonaktif AH Ritonga dengan Tim Delapan berlangsung lebih cepat, hanya 25 menit. Menurut Anggota Tim Delapan Hikmahanto Juwana, Ritonga hanya ditanyakan seputar sosok Yuliana Ong Gunawan.

"Ritonga lebih banyak diperiksa soal siapa wanita bernama Yuliana Ong Gunawan yang kerap kali menyebut namanya dalam rekaman penyadapan KPK," tutur Guru Besar Universitas Indonesia ini di Kantor Wantimpres, Rabu (11/11).

Setelah Anda mulai bergerak di luar dasar informasi latar belakang, Anda mulai menyadari bahwa ada lebih ke news daripada yang mungkin Anda pikiran pertama.

Hikmahanto mengatakan Ritonga tidak terlibat langsung dalam rekaman penyadapan telepon Anggodo Widjojo sehingga keterangannya hanya berupa pelengkap. Hanya kedekatannya dengan Yuliana yang dipertanyakan oleh Tim Delapan.

Bahkan nama Ritonga disebut-sebut paling banyak oleh Yuliana. "Kan yang paling banyak menyebut nama Ritonga itu Yuliana," tandasnya.
 


LIN Editor: made

Jika Anda sudah memilih beberapa petunjuk tentang news bahwa Anda dapat dimasukkan ke dalam tindakan, maka dengan segala cara, melakukan hal itu. Anda tidak akan benar-benar dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan baru Anda jika Anda tidak menggunakannya.